Selasa, 19 November 2019

Angka Kematian Ibu dan Bayi Tinggi, Pemkab Serang Siaga Satu

[Foto InilahBanten]
Selasa, 25 Jun 2019 | 19:00 WIB - Serang Peristiwa

lBC, Serang – Angka kematian ibu dan angka kematian bayi (AKI/AKB) di Kabupaten Serang sangat tinggi bahkan nyaris disebut KLB (kejadian luar biasa). Terhitung sampai Bulan Juni 2019 untuk AKI sebanyak 43 jiwa meninggal dunia saat persalinan maupun pasca melahirkan, sedangkan AKB sebanyak 83 jiwa. Sedangkan pada akhir tahun 2018 lalu tercatat, untuk AKI sebanyak 61 jiwa sedangkan AKB sebanyak 240 jiwa.

“Ini sudah siaga satu, karena dari jumlah kematian perjuni sekarang ini sudah 43 jiwa, dari jumlah tahun (2018) sebelumnya pertahun sudah sepertiganya padahal baru setengah tahun. Ini termasuk darurat ini harus berbagai upaya dilakukan,” kata Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah kepada wartawan pada Selasa, 25 Juni 2019.

Hal itu disampaikan Ratu Tatu Chasanah usai menghadiri Workshop Penggalangan Komitmen dalam Percepatan Penurunan Kematian Ibu dan Kematian Bayi di Kabupaten Serang, bertempat di Aula Tb Suwandi Setda Kabupaten Serang. Workshop yang gelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang.

Hadir pada acara tersebut Wakil Ketua DPRD Banten, Muflikhah, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Serang, Fahmi Hakim, Kepala OPD, Camat, Petugas Puskesmas, dan para pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) dari 29 Kecamatan. Sedangkan sebagai narasumber menghadirkan Bupati Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dr. Hasto Wardoyo.

Dikatakan dia, dengan mengundang Bupati Kulon Progo, dr. Hasto Wardoyo karena dianggap sudah berhasil dalam menekan baik AKI maupun AKB. Sehingga semua peserta dari berbagai elemen masyarakat yang hadir bisa mendengar langsung pemaparan untuk melakukan berbagai upaya bersama-sama guna menekan AKI maupun AKB. “(Menekan AKI dan AKI) Karena ini bukan hanya tugas Dinkes dan Puskesemas, atau tenaga-tenaga medis tapi mendengar bersama paparan tadi semuanya harus bergerak,”kata Tatu Chasanah.

Selain itu, guna upaya menekan Aki dan AKB atas paparan dr. Hasto Wardoyo perlu adanya pembenahan dari struktural apakah jumlah dokter, bidan, dan perawat sudah memadai atau belum. Tapi faktanya, untuk di Kabupaten Serang masih kurang untuk jumlah SDMnya.

“Kemudian di anggaran kita juga masih kurang, dari jumlah luas wilayah dan penduduk yang harus dilayani dengan APBD terbatas juga belum di angka yang seharusnya atau sesuai porsi, tapi karena tarik-tarikan di pendidikan, infrastruktur juga kita butuh anggaran besar. Jadi, dengan kondisi ini kita optimalkan,”terangnya.

Sementara Bupati Kulon Progo, dr. Hasto Wardoyo memaparkan dalam rangka menekan AKI dan AKB harus membangun sistem integritas terintegrasi antara stakeholder baik dinas, camat, desa, tokoh masyarakat. “Itu yang harus dibangun,”ujarnya.

Dikatakan dia, dengan tingginya aki dan AKB pada dasarnya ada karakter negatif dari PNS (Pegawai Negeri Sipil) yang sering membuat perangkat membuat sistem tidak berjalan. “Saya mengakui jujur, dulu kematian di Kulon Progo masih banyak, saya melihat salah satu dari sifat sombong PNS, kerja semau dan se enaknya sendiri, itu harus diperbaiki agar sadar menjadi pelayan,”katanya.

“Karena pada prinsipnya untuk mencegah kematian (ibu dan bayi saat persalinan) harus dengan penuh, rasa, hati yang sungguh sebagai pelayan,”papar dr. Hasto Wardoyo seraya mengingatkan kembali kepada Pemkab Serang guna menekan Aki dan AKB. “Yang perlu saya ingatkan kembali perbaiki sistemnya. Nah tadi semua sudah tergugah dengan adanya pemaparan pencegahan kematian (ibu dan bayi),”tutur Hasto Wardoyo.[Ars]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Angka Kematian Ibu dan Bayi Tinggi, Pemkab Serang Siaga Satu

PEMERINTAHAN

125 dibaca
DPMD Kabupaten Serang Bentuk BUMDes, Ekonomi Masyarakat Meningkat
142 dibaca
Diskominfosatik Kabupaten Serang Akan Sosialisasikan Wali Data

POLITIK

284 dibaca
Hanya Ingin Dampingi Tatu, Pandji Daftar ke Gerindra
187 dibaca
Tatu Ajak Demokrat Tuntaskan Pembangunan Kabupaten Serang

HUKUM & KRIMINAL

73 dibaca
Resmob Gerebeg Perjudian Togel Beromset Ratusan Juta
155 dibaca
Buruh Pabrik Bawa Satu Paket Sabu

PERISTIWA

198 dibaca
Pasca Bom Bunuh Diri di Medan, Polres Serang Perketat Pemeriksaan
217 dibaca
Kebakaran di Pasar Baros, 300 Kios Ludes Terbakar

EKONOMI & BISNIS

47 dibaca
PUPR Putuskan Uang Muka Rumah Bersubsidi Cuman 1 Persen
139 dibaca
BUMD Pemkab Serang Kelola Pelabuhan Swasta 
Top