Selasa, 23 Juli 2019

Angka Kematian Ibu dan Bayi Tinggi, Pemkab Serang Siaga Satu

[Foto InilahBanten]
Selasa, 25 Jun 2019 | 19:00 WIB - Serang Peristiwa

lBC, Serang – Angka kematian ibu dan angka kematian bayi (AKI/AKB) di Kabupaten Serang sangat tinggi bahkan nyaris disebut KLB (kejadian luar biasa). Terhitung sampai Bulan Juni 2019 untuk AKI sebanyak 43 jiwa meninggal dunia saat persalinan maupun pasca melahirkan, sedangkan AKB sebanyak 83 jiwa. Sedangkan pada akhir tahun 2018 lalu tercatat, untuk AKI sebanyak 61 jiwa sedangkan AKB sebanyak 240 jiwa.

“Ini sudah siaga satu, karena dari jumlah kematian perjuni sekarang ini sudah 43 jiwa, dari jumlah tahun (2018) sebelumnya pertahun sudah sepertiganya padahal baru setengah tahun. Ini termasuk darurat ini harus berbagai upaya dilakukan,” kata Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah kepada wartawan pada Selasa, 25 Juni 2019.

Hal itu disampaikan Ratu Tatu Chasanah usai menghadiri Workshop Penggalangan Komitmen dalam Percepatan Penurunan Kematian Ibu dan Kematian Bayi di Kabupaten Serang, bertempat di Aula Tb Suwandi Setda Kabupaten Serang. Workshop yang gelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang.

Hadir pada acara tersebut Wakil Ketua DPRD Banten, Muflikhah, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Serang, Fahmi Hakim, Kepala OPD, Camat, Petugas Puskesmas, dan para pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) dari 29 Kecamatan. Sedangkan sebagai narasumber menghadirkan Bupati Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dr. Hasto Wardoyo.

Dikatakan dia, dengan mengundang Bupati Kulon Progo, dr. Hasto Wardoyo karena dianggap sudah berhasil dalam menekan baik AKI maupun AKB. Sehingga semua peserta dari berbagai elemen masyarakat yang hadir bisa mendengar langsung pemaparan untuk melakukan berbagai upaya bersama-sama guna menekan AKI maupun AKB. “(Menekan AKI dan AKI) Karena ini bukan hanya tugas Dinkes dan Puskesemas, atau tenaga-tenaga medis tapi mendengar bersama paparan tadi semuanya harus bergerak,”kata Tatu Chasanah.

Selain itu, guna upaya menekan Aki dan AKB atas paparan dr. Hasto Wardoyo perlu adanya pembenahan dari struktural apakah jumlah dokter, bidan, dan perawat sudah memadai atau belum. Tapi faktanya, untuk di Kabupaten Serang masih kurang untuk jumlah SDMnya.

“Kemudian di anggaran kita juga masih kurang, dari jumlah luas wilayah dan penduduk yang harus dilayani dengan APBD terbatas juga belum di angka yang seharusnya atau sesuai porsi, tapi karena tarik-tarikan di pendidikan, infrastruktur juga kita butuh anggaran besar. Jadi, dengan kondisi ini kita optimalkan,”terangnya.

Sementara Bupati Kulon Progo, dr. Hasto Wardoyo memaparkan dalam rangka menekan AKI dan AKB harus membangun sistem integritas terintegrasi antara stakeholder baik dinas, camat, desa, tokoh masyarakat. “Itu yang harus dibangun,”ujarnya.

Dikatakan dia, dengan tingginya aki dan AKB pada dasarnya ada karakter negatif dari PNS (Pegawai Negeri Sipil) yang sering membuat perangkat membuat sistem tidak berjalan. “Saya mengakui jujur, dulu kematian di Kulon Progo masih banyak, saya melihat salah satu dari sifat sombong PNS, kerja semau dan se enaknya sendiri, itu harus diperbaiki agar sadar menjadi pelayan,”katanya.

“Karena pada prinsipnya untuk mencegah kematian (ibu dan bayi saat persalinan) harus dengan penuh, rasa, hati yang sungguh sebagai pelayan,”papar dr. Hasto Wardoyo seraya mengingatkan kembali kepada Pemkab Serang guna menekan Aki dan AKB. “Yang perlu saya ingatkan kembali perbaiki sistemnya. Nah tadi semua sudah tergugah dengan adanya pemaparan pencegahan kematian (ibu dan bayi),”tutur Hasto Wardoyo.[Ars]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Angka Kematian Ibu dan Bayi Tinggi, Pemkab Serang Siaga Satu

PEMERINTAHAN

628 dibaca
Silpa APBD Kabupaten Serang TA 2018 Capai Rp403 Miliar
1848 dibaca
Dinilai Sukses, Bupati Minsel Belajar Kelola BUMD ke Bupati Serang
1709 dibaca
Pemkab Serang Terapkan Sistem Berbasis Elektronik

POLITIK

824 dibaca
Tak Penuhi Kuorum, Paripurna DPRD Kabupaten Serang Batal Digelar
1871 dibaca
Pilkada Serentak 2020, Golkar Banten Prioritaskan Usung Kader
1777 dibaca
Eks Relawan Sebut Kepemimpinan WH–Andika Bergaya Otoriter

HUKUM & KRIMINAL

2344 dibaca
Orang Tua Kades di Kecamatan Ciruas Dibacok
1399 dibaca
Tiga Pelaku Curas Biasa Aksi di Wilayah KP3B Diringkus
1447 dibaca
Miliki Catatan Kriminalitas, Dua Perampok Asal Malaysia Tak Bisa Dibawa ke Indonesia

PERISTIWA

1816 dibaca
Bupati Serang: TMMD Bangkitkan Budaya Gotong Royong di Masyarakat 
1958 dibaca
Diduga Terlibat Jual Aset Negara, Kejari Didesak Usut Walikota Serang
1733 dibaca
Peringati HANI 2019, Bupati Serang Canangkan Program Bersih dan Aman

EKONOMI & BISNIS

373 dibaca
Soal Pasir Laut, Bupati Tatu Minta Kajian Tim Ahli Dipublikasikan
536 dibaca
Inilah Gadis di Balik Uang Digital Facebook
Top