Selasa, 13 November 2018

Andika Launching Toko Online Industri Rumahan Sijelita

[Foto Istimewa]
Selasa, 16 Okt 2018 | 22:40 WIB - Serang Ekonomi & Bisnis

lBC, Serang – Wakil Gubernur (Wagub) Banten Andika Hazrumy melaunching online marketplace atau toko online industri rumahan di Banten dengan nama Sijelita (Sistem jendela informasi wanita) dalam acara Gelar Hasil Industri Rumahan Perempuan Banten yang dihelat Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Banten di Gedung Aspirasi, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang pada Selasa, 16 Oktober 2018. 

Andika menyebut Sijelita merupakan upaya Pemprov Banten dalam hal pemberdayaan perempuan. “Sekarang ini memang lingkupnya baru mewadahin industri rumahan para perempuan di Kota Serang. Ke depan, targetna seluruh Banten,” kata Andika dalam sambutannya. 

Dalam kesempatan tersebut dipamerkan berbagai produk industri rumahan yang sudah terdaftar sebagai pelapak di aplikasi Android Sijelita. Juga dilakukan penandatanganan kesepakatan kerja sama pengembangan Sijelita oleh sejumlah pihak bersama DP3AKKB Banten. Pihak-pihak tersebut di antaranya adalah Bank Banten, Jamkrida dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

Dikatakan Andika, dirinya mendukung penyediaan marketplace bagi produk industri rumahan dalam sistem perdagangan elektronik (e-commerce). Pesatnya laju penetrasi pengguna internet dan perkembangan teknologi informasi serta transformasi UMKM ke dunia digital dapat memberikan keuntungan yang signifikan bagi pelaku UMKM perempuan. Untuk itu, menurutnya, kemitraan antara pemerintah daerah dengan dunia usaha, perbankan, perusahaan telekomunikasi dan media massa diperlukan untuk menyukseskan program UMKM go digital.

“Selain itu, lokasi geografi, nilai-nilai tradisi, pendidikan dan keahlian berpengaruh terhadap kewirausahaan perempuan. Untuk itu, diperlukan program pemberdayaan ekonomi berbasis gender yang berkelanjutan,” paparnya.

Pemberdayaan Perempuan

Lebih jauh Andika mengatakan, dalam Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 10 tahun 2005 tentang Pengarustamaan Gender dalam Pembangunan Daerah dan Peraturan Gubernur Banten Nomor 80 Tahun 2014 tentang Percepatan Pengarustamaan Gender Melalui Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender di Provinsi Banten, Pemerintah Provinsi Banten terus berupaya meningkatkan kedudukan, peran, dan kualitas perempuan serta upaya mewujudkan kesetaraan dan keadilan Gender dalam pembangunan daerah.

“Untuk itu, melalui Gelar hasil industri rumahan perempuan pada hari ini diharapkan membawa pengaruh positif bagi perempuan untuk berpartisipasi dalam pengembangan ekonomi daerah,” imbuhnya.

Lebih jauh Andika mengatakan, Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen terhadap penyelenggaraan pembangunan berbasis gender. Data BPS tahun 2016, menunjukkan bahwa kaum perempuan tidak hanya memiliki peran domestik, melainkan juga sebagai penggerak pembangunan. Sebagai penggerak pembangunan, sebesar 46 persen perempuan 15 tahun ke atas berkontribusi dalam perekonomian. Perempuan berperan hampir di setiap bidang pekerjaan dan profesi. 

Oleh karena itu, lanjutnya, keseimbangan peran antara laki-laki dan perempuan yang telah terbangun sampai saat ini harus terus disempurnakan yaitu dengan peningkatan kualitas hidup perempuan dalam berbagai aspek. “Kegiatan gelar industri rumahan perempuan pada hari ini merupakan upaya pengembangan programprogram perlindungan sosial dan kesetaraan gender,” ujarnya.

Sebagaimana tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/ SDGs) dimana pada tujuan kelimanya adalah mencapai kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, kata Andika, karenanya perhatian terhadap perkembangan kewirausahaan perempuan harus semakin besar. 

Penciptaan kewirausahaan perempuan khususnya di daerah perdesaan, lanjutnya, akan sangat membantu upaya-upaya pemerintah daerah dalam memerangi kemiskinan, selain itu juga sangat penting sebagai salah satu motor penggerak perekonomian dan kemajuan sosial di perdesaan. “Karena itu, saya berharap ke depan program ini dapat diintegrasikan dengan program perlindungan sosial dan pemberdayaan UMKM perempuan khususnya dalam platform ekonomi digital,” tutupnya.

Reporter: Arif Soleh
Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Andika Launching Toko Online Industri Rumahan Sijelita

PEMERINTAHAN

235 dibaca
Puluhan Pejabat Fungsional Pemprov Banten Dilantik
1029 dibaca
Perintah Perpres 16/2018, LPSE Dibentuk dalam Satu Badan/Dinas
218 dibaca
Lokakarya, Pemprov Bahas Pengurangan Kawasan Kumuh di Banten

POLITIK

264 dibaca
Caleg Golkar Dilarang Saling Menjelekkan dan Menjegal
210 dibaca
Dikukuhkan, Karya Nyata ICMI Ditunggu Masyarakat Banten
290 dibaca
Memilih Pemimpin di Pilpres 2019 Menurut UAS

HUKUM & KRIMINAL

147 dibaca
Di Pandeglang, Seorang Anak Bacok Ibu Tirinya Hingga Meninggal
632 dibaca
Sebar Ujaran Kebencian di Facebook, Warga Petir Ditangkap
340 dibaca
6 Oknum Anggota Ormas Pengeroyok Polisi Terancam 7 Tahun Penjara

PERISTIWA

106 dibaca
Melalui ARDEX-18, Provinsi Banten Siap Atasi Dampak Bencana
1183 dibaca
Mayat Laki-laki Membusuk di Rumah Kontrakan Gegerkan Warga Cikande
1782 dibaca
Di Waringinkurung, Polisi dan TNI Ini Kompak Gotong Keranda Mayat

EKONOMI & BISNIS

81 dibaca
Andika Ingin Ekraf Jadi Tulang Punggung Baru Perekonomian di Banten
102 dibaca
Selama Oktober 2018, Nilai Tukar Petani di Banten Alami Kenaikan
Top