Kamis, 15 April 2021

Admin Grup WhatsApp Dipenjara 5 Bulan

[Foto Istimewa]
Kamis, 26 Jul 2018 | 07:21 WIB - Teknologi

IBC, New Delhi - Seorang pria di India telah dipenjara selama lima bulan penjara karena menjadi admin grup WhatsApp yang menampung pesan terusan berisi kalimat 'tidak menyenangkan'.

Mengutip BBC, laporan setempat mengatakan Junaid Khan, seorang pemuda dari kota Talen, India tengah, dituduh melakukan penghasutan. Ketika pengaduan muncul, polisi mendapati pria berusia 21 tahun itu merupakan admin grup WhatsApp tersebut.

Namun, keluarganya berpendapat bahwa dia secara otomatis menjadi admin ketika admin yang sebelumnya keluar dari grup.

BBC telah mendapat konfirmasi bahwa Khan telah menghabiskan lima bulan terakhir di penjara, meskipun isi jenis pesan 'tidak menyenangkan' belum jelas.

Menurut harian The Times of India, polisi menangkap Khan karena menjadi admin grup WhatsApp pada saat kasus itu menjadi perhatian mereka.

Keluarga Khan mengatakan saat peristiwa ini terjadi, dua anggota keluar dari grup WhatsApp itu. Salah satu dari kedua orang itu diduga sebagai sosok yang telah mengirim pesan menyinggung, sehingga dilaporkan dan telah ditangkap.

Pihak kepolisian mengatakan bahwa mereka tengah 'memverifikasi apakah orang lain juga menjadi admin di grup yang sama'.

Main hakim sendiri

Berdasarkan kitab pidana India dan Undang-undang Teknologi Informasi, admin grup di media sosial dapat dipenjara karena berbagi pesan yang dianggap menghina agama atau politik.

Dengan sedikitnya 200 juta pengguna aktif bulanan di negara ini, WhatsApp sering berada di tengah-tengah konflik massa.

Pihak berwenang mengatakan langkah-langkah itu dilakukan untuk mencegah pengguna media sosial menghasut kekerasan, seperti serentetan pembunuhan yang telah menyebar ke seluruh India dalam beberapa bulan terakhir.

Pengkritik mengatakan ada kecenderungan bagi polisi menggunakan hukum untuk menekan kebebasan berbicara.

Jumat pekan lalu, 20 Juli 2018, perusahaan milik Facebook itu mengumumkan akan membatasi jumlah pengiriman pesan terusan di India, untuk membatasi penyebaran informasi palsu di platformnya.

Pengumuman ini muncul setelah berbagai peristiwa main hakim sendiri yang dilakukan massa setelah dipicu pesan di grup-grup WhatsApp.

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

LAINNYA

Kapolri Launching Aplikasi Propam Presisi
Selasa, 13 Apr 2021 | 15:38 WIB
Kapolri Launching Aplikasi Propam Presisi
Aplikasi Muslim Pro Hadirkan Fitur Khatam Quran
Senin, 12 Apr 2021 | 00:00 WIB
Aplikasi Muslim Pro Hadirkan Fitur Khatam Quran

KOMENTAR

Admin Grup WhatsApp Dipenjara 5 Bulan

BERITA TERKAIT

pa aef

INILAH SERANG

60 dibaca
Beli Sabu Patungan, Dua Sekawan Dicokok Polres Serang
121 dibaca
Supporter Bola dan Club Motor Sepakat Jaga KondusivitasRamadhan

HUKUM & KRIMINAL

60 dibaca
Beli Sabu Patungan, Dua Sekawan Dicokok Polres Serang
119 dibaca
Lagi, Polres Serang Ringkus Penjual Obat Tramadol dan Hexymer

POLITIK

201 dibaca
Antisipasi Kerawanan Pilkades, Pemkab Serang Lakukan Pemetaan
755 dibaca
Ngopi Bareng Kapolres, Apdesi dan DPMD Bahas Pilkades Aman, Damai dan Sehat

PENDIDIKAN

420 dibaca
Mendikbud: Sekolah Diperbolehkan Belajar Tatap Muka Terbatas
549 dibaca
Pemkab Serang Akan Tingkatkan Penerima dan Insentif Guru Paud
Top