Kamis, 18 Oktober 2018

Adakan Baksos di Baduy, Ini Cerita Kepuasan Para Anggota RAPI

Keceriaan para Anggota RAPI saat berpose disela Baksos di Kampung Gasebo, Desa Kanekes, Kecamatan Lewidamar, Kabupaten Lebak pada Sabtu sampai Minggu, 26-27 Agustus 2017. (Foto Istimewa)
Senin, 28 Agt 2017 | 12:22 WIB - Lebak Peristiwa

lBC, Lebak – Sebanyak 50 Orang anggota Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) yang berasal dari berbagai wilayah sekitar Bogor, mengadakan kegiatan bhkati sosial (baksos) Merdeka “RAPI Peduli Baduy” di Kampung Gasebo, Desa Kanekes, Kecamatan Lewidamar, Kabupaten Lebak dalam rangka turut memeriahkan HUT RI Ke-72 pada Sabtu sampai Minggu, 26-27 Agustus 2017. Kegiatan Bakti Sosial sendiri di prakarsai oleh anggota RAPI dari Kabupaten Bogor, dan diikuti oleh para breaker dari wilayah Jabodetabek.

Sebutan “Baduy” merupakan sebutan yang diberikan oleh penduduk luar kepada kelompok masyarakat tersebut, berawal dari sebutan para peneliti Belanda yang agaknya mempersamakan mereka dengan kelompok Arab Badawi yang merupakan masyarakat yang berpindah-pindah (nomaden). Kemungkinan lain adalah, karena adanya Sungai Baduy dan Gunung Baduy yang ada di bagian utara dari wilayah tersebut.

Mereka sendiri lebih suka menyebut diri sebagai urang Kanekes atau “orang Kanekes” sesuai dengan nama wilayah mereka, atau sebutan yang mengacu kepada nama kampung mereka seperti Urang Cibeo.

Kampung Gasebo Desa Kanekes ditempuh dengan jalan kaki selama satu jam itu menjadikan cerita kepuasan para anggota RAPI. Alam nan asri dan medan yang menantang, menjadi pengalaman tersendiri bagi para peserta Baksos RAPI Peduli Baduy.

Andhika (51 tahun) misalnya, salah satu peserta Baksos mengatakan kepada media bahwa kegiatan ini menjadi pengalaman seumur hidup yg tidak akan pernah ia lupakan.

"Saya sering ikut touring atau baksos RAPI ke beberapa daerah di Indonesia, tapi baru kali ini merasakan kegiatan yang bener-benar terasa sekali nuansa bakti dan sosialnya. Apalagi medannya itu lho pak, wah sesuatu banget buat saya yang karena penyakit gula, saya untuk bangun dari duduk saja susah apalagi jalan laki naik turun bukit, tapi semuanya terbayar dengan keramahan dan sambutan hangat dari masyarakat suku baduy membuat adrenalin saya naik dan membuat saya ber semangat," ujar Andhika yang memiliki call sign JZ10QKQ.

Lain lagi cerita Heru (55 tahun), seorang perwira kepolisian yang juga anggota RAPI, atau para breaker menyebutnya dengan nama Panji atau FSI. Ia sangat terkesan sekali dengan alamnya yang asri, dan kebersahajaan warganya.

"Saya pak, seumur-umur baru kali ini mandi di kali yang sungai nya jernih. Saya juga berterima kasih kepada panitia yang mengelola kegiatan begitu rapih dan terstruktur. Buat saya, pengalaman  tinggal bersama suku baduy semalam, telah membuka mata hati saya bahwa kekurangan teknologi dan fasilitas ternyata tidak membuat masyarat baduy hilang keguyuban dan kebersamaannya, namun justru dengan segala kebersahajaannya, mereka hidup nyaman dan terasa tenang sekali,"ungkapnya.

Lain lagi cerita Rara, wanita energik yang para breaker menyebutnya dengan panggilan TQX. Ia terlihat semangat dan senang sekali bisa berkesempatan datang dan bermalam di Baduy bagian dalam.

"Saya dan teman-teman RAPI RIDER Motor yang di pimpin oleh FOY sangat senang dan bahagia sekali bisa berkesempatan datang, bermalam dan membantu saudara saya di Baduy. Panas perjalanan naik motor dan pegelnya jalan kaki hampir 1,30 jam hilang sudah, berganti dengan semangat peduli dan berbagi,"ujarnya.

Puluhan anggota RAPI yang mengendarai 10 mobil dan 10 motor, atau mereka menyebutnya dengan istilah rombongan 10-4 10-2, berangkat dari Ciawi pada hari Sabtu pagi pukul 09.00 WIB, dan tiba di Ciboleger pukul 14.30 WIB. Setelah koordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait, rombongan melanjutkan perjalanannya ke Kampung Gasebo selama 1-1 30 jam.

Kepada media ketua pelaksana kegiatan H.Chece (60) atau para anggota RAPI menyebutnya dengan sebutan FTR mengatakan bahwa, kegiatan ini bagian dari ungkapan Kesyukuran dihari kemerdekaan RI.

“Saya berterima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu terlaksananya acara ini dengan baik, semoga jadi amal sholeh buat kita semua,"tuturnya.

Kegiatan Bakti Sosial RAPI Peduli Baduy di Kampung Gasebo, Kanekes meliputi pembangunan pipanisasi air bersih sepanjang 1200 meter, pembangunan 2 kamar mandi untuk MCK warga, serta pembagian kebutuhan bahan pokok untuk warga.

Irfan atau JZ10FAN selaku pemerakarsa acara yang ditemui media dilokasi kegiatan mengadakan bahwa kegiatan bhakti sosial di baduy ini adalah hanya salah satu kegiatan sosial yang telah banyak dilakukan anggota RAPI.

"Saya berharap kiranya bantuan dari teman-teman anggota RAPI ini dapat bermanfaat buat warga kampung dan masyarakat luar atau wisatawan yang datang ke Baduy bagian dalam, dimana sarana MCK sampai saat ini belum ada,"katanya.

Pengalaman bermalam bersama warga suku baduy juga diharapkan bisa menjadi inspirasi buat anggota RAPI khususnya untuk terus bersyukur, terus berbagi dan peduli dengan warga sekitar kita yang membutuhkan bantuan.

"Saya ucapkan terima kasih sedalam-dalamnya kepada semua pihak khususnya para donatur, para peserta Baksos, RAPI wilayah Lebak, pemangku adat baduy, warga Kampung Gasebo, para kokolot baduy, PSM Banten dan pihak Kementerian Sosial melalui Direktorat KAT yang mendukung kegiatan ini,"ucapnya.

Ditempat terpisah, Dirjen Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial RI, Hartono Laras mengatakan kepada media bahwa ia sangat mengapresiasi berbagai kegiatan sosial yang dilakukan oleh masyarakat seperti apa yang telah dilakukan oleh RAPI.

"Saya berterima kasih kepada teman-teman RAPI yang sudah peduli dan berbagi untuk masyarakat Baduy. Kegiatan ini merupakan salah satu bukti nyata dari sikap kesetiakawanan sosial yang merupakan ruh dari sikap gotong royong dan kebhinekaan kita. Lihatlah, tanpa diminta, dengan tulus teman-teman RAPI datang membantu komunitas adat dan memberikan solusi atas masalah air bersih dan MCK untuk warga Suku Baduy,"tuturnya.

Reporter: Arif Soleh
Redaktur: Fahdi Khalid
Bagikan:

LAINNYA

Blangko KTP-El di Disdukcapil Lebak Kosong
Minggu, 14 Okt 2018 | 23:03 WIB
Blangko KTP-El di Disdukcapil Lebak Kosong
TSLP Lebak Santuni 50 Anak Yatim di Curugbitung
Rabu, 26 Sept 2018 | 17:18 WIB
TSLP Lebak Santuni 50 Anak Yatim di Curugbitung
Kohati Lebak Bantu Randu Penderita Hidrosefalus
Selasa, 25 Sept 2018 | 21:42 WIB
Kohati Lebak Bantu Randu Penderita Hidrosefalus

KOMENTAR

Adakan Baksos di Baduy, Ini Cerita Kepuasan Para Anggota RAPI

BERITA TERKAIT

PEMERINTAHAN

210 dibaca
ASN Pemprov Banten jangan Main-main dalam Absen
269 dibaca
HUT Ke-492, Pemkab Serang Diminta Perkuat Ekonomi Desa
246 dibaca
Dilantik, Pj Walikota Serang Diminta Perbaiki Jalan

POLITIK

128 dibaca
Pemilu 2019, Andika Ajak Masyarakat Cek Data Diri Sebagai Pemilih
415 dibaca
Ratusan Buruh Cikoja Deklarasi Pemilu Damai 2019
322 dibaca
Serempak di 29 Kecamatan, KPU Kabupaten Serang Lakukan GMHP

HUKUM & KRIMINAL

287 dibaca
6 Oknum Anggota Ormas Pengeroyok Polisi Terancam 7 Tahun Penjara
310 dibaca
Pengguna dan Pengedar Narkotika, Tiga Warga Cilegon Diringkus
215 dibaca
Alfamart Dibobol Maling, Uang Rp60 Juta Raib

PERISTIWA

155 dibaca
Polres Serang Kota Sita 3500 Lebih Botol Miras
184 dibaca
Tim PFA Dompet Dhuafa Pulihkan Anak-anak Pasca Gempa-Tsunami Sulteng
218 dibaca
Warga Petir Ditemukan Tewas Gantung Diri

EKONOMI & BISNIS

166 dibaca
MoU dengan DP3AKKB, Bank Banten Dukung Pemberdayaan Perempuan
181 dibaca
Andika Launching Toko Online Industri Rumahan Sijelita
Top