Jumat, 26 April 2019

Adakah Tanda Jelang Kematian dari 100, 40, 7 Hari?

[foto:ilustrasi]
Selasa, 26 Mar 2019 | 15:49 WIB - Mozaik Islami

KAIDAH penting yang perlu kita tekankan bahwa semua informasi, keyakinan, pemikiran yang bertentengan dengan al-Quran, hadis shahih maupun realita, adalah kebatilan yang tidak akan pernah bisa diterima. Berdasarkan kaidah ini, kita bisa menilai apakah informasi tersebut benar ataukah batil,

Pertama, Allah menegaskan dalam al-Quran "Tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha mengetahui dengan detail." (QS. Luqman: 34)

Jika kita ditanya, mana yang lebih memungkinkan untuk diupayakan terwujud, merencanakan waktu kematian atau tempat kematian?. Misalnya si A merencanakan waktu kematian, saya ingin mati di usia 63 tahun. Sementara si B merencanakan, saya ingin mati di jogja. Mari kita perhatikan, merencanakan usia, 100 % tidak mungkin bisa dilakukan manusia. Karena bertambah dan berkurangnya umur manusia, di luar kemampuan dan upaya manusia.

Sementara merencanakan tempat mengakhiri hayat, lebih memungkinkan untuk diupayakan manusia. Karena seseorang mungkin saja berencana mati di kota A dan selama hidupnya, dia berusaha untuk tidak keluar dari kota A. Dengan demikian, kita bisa menjawab pertanyaan di atas, bahwa tempat kematian lebih memungkinkan untuk diupayakan terwujud. Meskipun keduanya murni ada dalam kekuasaan Allah.

Kita kembali kepada ayat di atas. Pada ayat di atas, Allah menegaskan, "tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati.." Allah tidak berfirman, "manusia tidak mengetahui kapan dia akan mati.." tapi yang Allah firmankan, "manusia tidak mengetahui dimana dia akan mati." Jika Allah menegaskan bahwa manusia tidak bisa mengetahui tempat kematiannya, maka jelas manusia akan lebih tidak mengetahui berkaitan dengan waktu kematiannya. Karena merencanakan tempat kematian itu lebih memungkinkan untuk lebih memungkinkan untuk diupayakan, dari pada merencanakan waktu kematian.

Sehingga ayat itu sejatinya memberikan pelajaran bagi kita, jika tempat saja manusia gak tahu, apalagi waktunya. Tanda kematian, 100 hari, 40 hari, 7 hari, 3 hari dan 1 hari menjelang kematian, jelas sangat bertentangan dengan ayat di atas. Karena semua tanda di atas berbicara tentang kematian dalam batas waktu.

Kedua, dalam tulisan tersebut digambarkan lauhul mahfudz layaknya pohon. "Selepas Ashar, jantung berdenyut-denyut. Daun yang bertuliskan nama kita di lauh mahfudz akan gugur.." Di mana dalil bahwa lauh mahfudz berupa pohon berdaun?. Padahal Allah sebut lauh mahfudz berupa kitab, "Tidakkah engkau tahu bahwa Allah mengetahui segala yang ada di langit dan di bumi, dan semuanya terdapat dalam kitab." (QS. Al-Hajj: 70).

Ibnu Athiyah mengatakan, "Kitab itu adalah al-Lauh al-Mahfudz." Allah juga menegaskan, "Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh)." Ibnu Abbas mengatakan, "Itu adalah lauhul mahfudz." (al-Bahr al-Muhith, 9/237).

Di ayat lain, Allah juga menegaskan, "Seperti itulah yang mereka dapatkan dari jatah mereka yang telah tertulis dalam al-kitab." Al-Baghawi menafsirkan ayat ini dengan mengatakan, "Jatah mereka yang telah tertulis tentang mereka di al-Lauh al-Mahfudz." (Tafsir al-Baghawi, 3/227).

Memahami keterangan di atas, informasi masalah kematian dan tanda-tandanya, yang sama sekali tidak menyebutkan sumber, tidak selayaknya diperhatikan, apalagi diyakini kebenarannya. Tulisan yang sangat tidak bertanggung jawab dan 100% dusta.

Allahu alam. [UANB/inilah]

 

Bagikan:

LAINNYA

Pekerjaan Paling Mulia di Mata Rasulullah
Kamis, 25 Apr 2019 | 21:06 WIB
Pekerjaan Paling Mulia di Mata Rasulullah
Perempuan tidak Boleh Pasrah Terhadap Masalah
Kamis, 25 Apr 2019 | 20:45 WIB
Perempuan tidak Boleh Pasrah Terhadap Masalah
Apa yang Dilakukan Menjelang Bulan Ramadhan?
Kamis, 25 Apr 2019 | 20:43 WIB
Apa yang Dilakukan Menjelang Bulan Ramadhan?
Kurangi Potensi Ujub dengan Doa Jika Dapat Pujian
Kamis, 25 Apr 2019 | 11:13 WIB
Kurangi Potensi Ujub dengan Doa Jika Dapat Pujian

KOMENTAR

Adakah Tanda Jelang Kematian dari 100, 40, 7 Hari?

PEMERINTAHAN

203 dibaca
Tatu Optimis Pemkab Serang Raih WTP Tanpa Catatan dari BPK RI
6828 dibaca
Soal Tiga Guru Dilantik jadi Pejabat, Gubernur WH: Apa, Apa?
5969 dibaca
Guru Diangkat jadi Pejabat, Ombudsman Sebut Melanggar SE MenPAN- RB

POLITIK

21748 dibaca
Akui Kalah di Banten, Ketua TKD Salahkan Masyarakat dan Kyai Ma'ruf
224 dibaca
Tunggu Hasil Resmi KPU, Andika: Kita Jaga Kondusifitas
202 dibaca
Gubernur Tunggu Rekomendasi KASN Soal Tiga ASN Dukung Calon DPD RI

HUKUM & KRIMINAL

194 dibaca
Polisi Tembak Dua Tersangka Perampok Spesialis Mini Market
126 dibaca
Dua Ribu Gram Sabu dari Jaringan Internasional Dimusnahkan
182 dibaca
Polda Selidiki Pemalsuan 80 SPBJ Palsu di Tangerang

PERISTIWA

1254 dibaca
Pertemuan Gubernur Banten dengan HMI Serang Tuai Kritikan
262 dibaca
Satu Petugas KPPS Meninggal Dunia, Bupati Serang Berduka
269 dibaca
Ricuh Saat Demo Gubernur, HMI Lapor ke Propam Polda Banten

EKONOMI & BISNIS

64 dibaca
Layani Pensiunan, Bank Banten Jalin Kemitraan dengan BPR Baturaja
186 dibaca
Bank Banten Dukung Layanan Samsat Nasional Modern Channel
Top