Sabtu, 30 Mei 2020

3 Oknum Wartawan Ngaku Penyidik Polri, Peras Sekdes Jengkol

Kapolres Kota Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif kepada wartawan saat gelar ekspose di Mapolres Kota Tangerang pada Selasa, 14 Mei 2019.[Foto: Haji Imat/InilahBanten]
Selasa, 14 Mei 2019 | 16:12 WIB - Tangerang Hukum & Kriminal

lBC, Tangerang - Tiga oknum wartawan inisial RH, MIF dan FIS diamankan tim gabungan Satreskrim Polres Kota Tangerang dan Polsek Kresek. Ketiga oknum wartawan dengan kartu pers "Kobarkan News" yang juga mengaku sebagai penyidik Tipikor Mabes Polri ditangkap di dua lokasi berbeda sesaat setelah memeras Sekdes Jengkol, Muhammad Rafiudin. 

Tersangka RH dan MIF ditangkap sesaat menerima uang dari korban sebanyak Rp 100 juta, tak jauh dari Kantor Camat Balaraja, Kabupaten Tangerang, pada Jumat, 10 Mei 2019. Sedangkan satu pelaku lainnya yaitu FIS ditangkap di Jln Merpati, Desa Beringin Raya, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung.

"Ketiga tersangka diamankan di dua lokasi terpisah di Balaraja, Tangerang dan Kota Bandar Lampung, setelah petugas mendapat pengaduan dari pejabat desa," ungkap Kapolres Kota Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif kepada wartawan saat gelar ekspose di Mapolres Kota Tangerang pada Selasa, 14 Mei 2019.

Kapolres menjelaskan kasus dugaan pemerasan yang terjadi sekitaran bulan Maret ini bermula ketika korban Rafiudin didatangi tersangka RH yang mengaku sebagai Ipda Ibrohim dan FIS yang mengaku sebagai AKP Ibnu Sianturi, penyidik Tipikor Bareskrim Mabes Polri yang yang tengah mengusut penggunaan dana desa di Desa Jengkol. 

Kemudian setelah pulang dua oknum ini menelpon dan mengirim pesan WA kepada korban berisi permintaan agar mengirim uang agar kasus tersebut tidak dinaikan ke penyidikan. 

"Takut akan ancaman, korban menuruti permintaan pelaku dengan mentransfer sejumlah uang ke rekening pelaku. Bahkan transfer uang dilakukan secara bertahap hingga mencapai Rp 700 juta rupiah," terang Kapolres didampingi Kasatreskrim AKP Gogo Galesung. 

Masih belum puas, para pelaku kembali menghubungi meminta korban untuk kembali mengkrimkan uang sebesar Rp 100 juta. Merasa dirinya menjadi korban pemerasan, Sekdes ini akhirnya melaporkan pemerasan ini ke Kepolisian Resort Kota Tangerang. Berbekal dari laporan tersebut, Tim Reskrim Unit II Kriminal Khusus langsung bergerak melakukan penyelidikan.

"Dua tersangka yaitu RH dan MIF diamankan sesaat setelah menerima uang tak jauh dari Kantor Camat Balaraja. Tersangka berikut barang buktinya langsung diamankan untuk dilakukan pemeriksaan," kata Kapolres. 

Dari hasil pemeriksaan, petugas mendapati informasi bahwa ada tersangka lain yang ikut terlibat dalam kasus pemerasaan tersebut. Setelah mendapat identitas pelaku, Tim Krimsus dan dan Reskrim Polsek Kresek yang dipimpinan Iptu M. Iqbal Wirada langsung melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan tersangka FIS di Kota Bandar Lampung. 

"Ketiga tersangka terancam kurungan 9 tahun penjara sesuai Pasal 378 KUHPidana dan/atau pasal 368 KUHPidana. Untuk barang bukti yang sudah kita amankan, diantaranya bukti transfer, mutasi rekening, 3 buah handphone, 2 buku tabungan, 4 kartu pers, satu koper serta 1 unit mobil," terang Kapolres.

Reporter: Haji Imat
Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

3 Oknum Wartawan Ngaku Penyidik Polri, Peras Sekdes Jengkol

PEMERINTAHAN

148 dibaca
Pakai Protokol Kesehatan, Pemkab Serang Gelar Halabihalal Terbatas
550 dibaca
Pemkab Serang Bentuk Satgas Ketahanan Pangan Daerah

POLITIK

1083 dibaca
DPP Serahkan ke DPD Gerindra Banten Tentukan Balon Kada
1175 dibaca
PDIP Usulkan Tatu-Pandji di Pilkada Kabupaten Serang 2020

HUKUM & KRIMINAL

86 dibaca
Salah Sasaran, Warga Tanara Kena Bacok
67 dibaca
Kantongi Sabu, Seorang Pemuda di Cilegon Diciduk Polisi

PERISTIWA

74 dibaca
Diduga Stres, Mahasiswi Bina Bangsa Gantung Diri
510 dibaca
Warga Curug Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai

EKONOMI & BISNIS

480 dibaca
Sekretaris Bapenda: Bank Banten Gagal Bayar Disebabkan Utang ASN dan DPRD
559 dibaca
Bupati Serang Sebut Bantuan Beras Harus Serap Petani Lokal
Top