Selasa, 23 Juli 2019

25 Juta Ponsel di Dunia Terinfeksi Malware

Ilustrasi serangan malware. (Foto: Asaba Computer Centre)
Jumat, 12 Jul 2019 | 21:27 WIB - Teknologi

lBC, Jakarta - Setidaknya 25 juta ponsel dilaporkan telah terinfeksi malware jenis baru yang terpasang secara diam-diam di perangkat Android yang tersebar di sejumlah negara, termasuk India dan Indonesia.

Menyamar sebagai aplikasi terkait Android, malware itu mengeksploitasi kerentanan Android dan secara otomatis mengganti aplikasi yang terpasang dengan versi yang berbahaya tanpa sepengetahuan penggunanya, kata perusahaan keamanan siber Check Point Software Technologies saat melaporkan temuan mereka baru-baru ini.

Malware varian baru itu telah secara diam-diam menginfeksi 25 juta perangkat, termasuk 15 juta perangkat seluler di India.

Malware berjuluk 'Agen Smith' tersebut menggunakan akses luasnya ke sumber daya perangkat untuk menampilkan iklan palsu demi keuntungan finansial, tetapi dapat dengan mudah digunakan untuk tujuan yang lebih berbahaya seperti pencurian kredensial perbankan atau semacam penyadapan.

Beberapa aplikasi yang rentan terinfeksi malware itu antara lain WhatsApp, Jiochat, Opera Mini, Truecaller, dan belasan lainnya. Malware tersebut menyerupai serangan-serangan sebelumnya seperti Gooligan, Hummingbad, dan CopyCat.

"Malware ini secara diam-diam menyerang aplikasi yang diinstal oleh pengguna," kata Jonathan Shimonovich, Kepala Riset Deteksi Ancaman Seluler di Check Point Software Technologies, dalam pernyataannya.

Dia pun menyarankan pengguna Android untuk mengunduh aplikasi dari toko yang terpercaya guna mengurangi risiko terinfeksi karena toko aplikasi pihak ketiga sering tidak memiliki langkah-langkah keamanan yang diperlukan untuk memblokir perangkat lunak jahat itu.

'Agent Smith' pada awalnya diunduh dari toko aplikasi pihak ketiga yang banyak digunakan, 9Apps, dan menargetkan sebagian besar pengguna berbahasa Hindi, Arab, Rusia, dan Indonesia.

Sejauh ini, korban utama berbasis di India meskipun negara-negara Asia lainnya seperti Pakistan dan Bangladesh juga terkena dampaknya.

Ada juga sejumlah perangkat yang terinfeksi di Inggris, Australia, dan AS. Check Point Software Technologies telah bekerja erat dengan Google, selaku pemilik Android, pada saat menerbitkan laporan ini.[lnilah]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

LAINNYA

Tahun Ini, FB, WA, dan IG Makin Sering Tumbang
Rabu, 17 Jul 2019 | 14:12 WIB
Tahun Ini, FB, WA, dan IG Makin Sering Tumbang
Xiaomi Mi CC9 Menjelma Jadi Mi A3?
Selasa, 16 Jul 2019 | 19:13 WIB
Xiaomi Mi CC9 Menjelma Jadi Mi A3?

KOMENTAR

25 Juta Ponsel di Dunia Terinfeksi Malware

PEMERINTAHAN

626 dibaca
Silpa APBD Kabupaten Serang TA 2018 Capai Rp403 Miliar
1848 dibaca
Dinilai Sukses, Bupati Minsel Belajar Kelola BUMD ke Bupati Serang
1709 dibaca
Pemkab Serang Terapkan Sistem Berbasis Elektronik

POLITIK

822 dibaca
Tak Penuhi Kuorum, Paripurna DPRD Kabupaten Serang Batal Digelar
1869 dibaca
Pilkada Serentak 2020, Golkar Banten Prioritaskan Usung Kader
1777 dibaca
Eks Relawan Sebut Kepemimpinan WH–Andika Bergaya Otoriter

HUKUM & KRIMINAL

2342 dibaca
Orang Tua Kades di Kecamatan Ciruas Dibacok
1396 dibaca
Tiga Pelaku Curas Biasa Aksi di Wilayah KP3B Diringkus
1444 dibaca
Miliki Catatan Kriminalitas, Dua Perampok Asal Malaysia Tak Bisa Dibawa ke Indonesia

PERISTIWA

1814 dibaca
Bupati Serang: TMMD Bangkitkan Budaya Gotong Royong di Masyarakat 
1958 dibaca
Diduga Terlibat Jual Aset Negara, Kejari Didesak Usut Walikota Serang
1733 dibaca
Peringati HANI 2019, Bupati Serang Canangkan Program Bersih dan Aman

EKONOMI & BISNIS

371 dibaca
Soal Pasir Laut, Bupati Tatu Minta Kajian Tim Ahli Dipublikasikan
534 dibaca
Inilah Gadis di Balik Uang Digital Facebook
Top