Selasa, 19 November 2019

25 Juta Ponsel di Dunia Terinfeksi Malware

Ilustrasi serangan malware. (Foto: Asaba Computer Centre)
Jumat, 12 Jul 2019 | 21:27 WIB - Teknologi

lBC, Jakarta - Setidaknya 25 juta ponsel dilaporkan telah terinfeksi malware jenis baru yang terpasang secara diam-diam di perangkat Android yang tersebar di sejumlah negara, termasuk India dan Indonesia.

Menyamar sebagai aplikasi terkait Android, malware itu mengeksploitasi kerentanan Android dan secara otomatis mengganti aplikasi yang terpasang dengan versi yang berbahaya tanpa sepengetahuan penggunanya, kata perusahaan keamanan siber Check Point Software Technologies saat melaporkan temuan mereka baru-baru ini.

Malware varian baru itu telah secara diam-diam menginfeksi 25 juta perangkat, termasuk 15 juta perangkat seluler di India.

Malware berjuluk 'Agen Smith' tersebut menggunakan akses luasnya ke sumber daya perangkat untuk menampilkan iklan palsu demi keuntungan finansial, tetapi dapat dengan mudah digunakan untuk tujuan yang lebih berbahaya seperti pencurian kredensial perbankan atau semacam penyadapan.

Beberapa aplikasi yang rentan terinfeksi malware itu antara lain WhatsApp, Jiochat, Opera Mini, Truecaller, dan belasan lainnya. Malware tersebut menyerupai serangan-serangan sebelumnya seperti Gooligan, Hummingbad, dan CopyCat.

"Malware ini secara diam-diam menyerang aplikasi yang diinstal oleh pengguna," kata Jonathan Shimonovich, Kepala Riset Deteksi Ancaman Seluler di Check Point Software Technologies, dalam pernyataannya.

Dia pun menyarankan pengguna Android untuk mengunduh aplikasi dari toko yang terpercaya guna mengurangi risiko terinfeksi karena toko aplikasi pihak ketiga sering tidak memiliki langkah-langkah keamanan yang diperlukan untuk memblokir perangkat lunak jahat itu.

'Agent Smith' pada awalnya diunduh dari toko aplikasi pihak ketiga yang banyak digunakan, 9Apps, dan menargetkan sebagian besar pengguna berbahasa Hindi, Arab, Rusia, dan Indonesia.

Sejauh ini, korban utama berbasis di India meskipun negara-negara Asia lainnya seperti Pakistan dan Bangladesh juga terkena dampaknya.

Ada juga sejumlah perangkat yang terinfeksi di Inggris, Australia, dan AS. Check Point Software Technologies telah bekerja erat dengan Google, selaku pemilik Android, pada saat menerbitkan laporan ini.[lnilah]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

LAINNYA

Ponsel Flagship Realme Mau Meluncur di Indonesia
Minggu, 17 Nov 2019 | 21:10 WIB
Ponsel Flagship Realme Mau Meluncur di Indonesia
Salip Samsung, OPPO Jadi Raja Ponsel di Indonesia
Minggu, 17 Nov 2019 | 20:58 WIB
Salip Samsung, OPPO Jadi Raja Ponsel di Indonesia
Google Akuisisi Fitbit, UE Khawatir Keamanan Data
Selasa, 12 Nov 2019 | 21:08 WIB
Google Akuisisi Fitbit, UE Khawatir Keamanan Data

KOMENTAR

25 Juta Ponsel di Dunia Terinfeksi Malware

PEMERINTAHAN

125 dibaca
DPMD Kabupaten Serang Bentuk BUMDes, Ekonomi Masyarakat Meningkat
142 dibaca
Diskominfosatik Kabupaten Serang Akan Sosialisasikan Wali Data

POLITIK

284 dibaca
Hanya Ingin Dampingi Tatu, Pandji Daftar ke Gerindra
187 dibaca
Tatu Ajak Demokrat Tuntaskan Pembangunan Kabupaten Serang

HUKUM & KRIMINAL

73 dibaca
Resmob Gerebeg Perjudian Togel Beromset Ratusan Juta
155 dibaca
Buruh Pabrik Bawa Satu Paket Sabu

PERISTIWA

198 dibaca
Pasca Bom Bunuh Diri di Medan, Polres Serang Perketat Pemeriksaan
217 dibaca
Kebakaran di Pasar Baros, 300 Kios Ludes Terbakar

EKONOMI & BISNIS

47 dibaca
PUPR Putuskan Uang Muka Rumah Bersubsidi Cuman 1 Persen
139 dibaca
BUMD Pemkab Serang Kelola Pelabuhan Swasta 
Top