Selasa, 20 Agustus 2019

10 Malam Terakhir Ramadan Dilarang Hubungan Intim?

[foto ilustrasi]
Kamis, 16 Mei 2019 | 15:15 WIB - Mozaik Islami

BENARKAH selama 10 malam terakhir Ramadan umat Islam dilarang melakukan hubungan badan?

Tidak seperti itu. Allah telah menghalalkan bagi umat Islam untuk melakukan hubungan badan di malam Ramadan. Allah berfirman,

"Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka." (QS. al-Baqarah: 187).

Dalam ayat di atas, Allah halalkan hubungan badan pada lailatas shiyam []. Kata lailah adalah isim jenis yang menunjukkan makna seluruh malam. Sehingga ayat ini dalil boleh melakukan hubungan badan sepanjang malam puasa ramadan. Artinya, itu berlaku sampai akhir ramadan.

Kecuali bagi orang itikaf, mereka dilarang melakukan hubungan badan, karena bisa membatalkan itikafnya.

Allah berfirman,

"Janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beritikaf dalam mesjid." (QS. al-Baqarah: 187).

Nabi Shallallahu alaihi wa sallam Mengencangkan Ikat Pinggangnya?Menurut keterangan Aisyah Radhiyallahu anha, ketika masuk 10 terakhir ramadan, Nabi Shallallahu alaihi wa sallam lebih rajin lagi dalam beribadah. Aisyah mengatakan,

"Nabi Shallallahu alaihi wa sallam ketika masuk 10 terakhir ramadan, beliau mengencangkan sabuknya, menghabiskan malamnya dengan ibadah, dan membangunkan para istrinya (untuk ibadah). (HR. Bukhari 2024).

Ada beberapa keterangan ulama tentang makna keterangan Aisyah Radhiyallahu anha, "mengencangkan sabuknya",

- Dimaknai secara hakiki. Artinnya, beliau benar-benar mengencangkan sabuknya.

- Dipahami sebagai kalimat kiasan, untuk mengungkapkan dua hal,yakni -Menjauhi hubungan badan, dan atau menghabiskan waktu untuk fokus ibadah

Mengapa Nabi Shallallahu alaihi wa sallam menjauhi istrinya di 10 malam terakhir Ramadan? Ada yang mengatakan, karena beliau sedang itikaf. Ada juga yang mengatakan, itu terjadi di luar itikaf. Yang kedua ini merupakan pendapat al-Qurthubi. (Fathul Bari, 4/269)

Namun apapun itu, apa yang beliau lakukan bukan dalam rangka melarang umatnya untuk melakukan hubungan badan di 10 malam terakhir ramadan. Namun untuk karena kesungguhan beliau dalam beribadah ketika itu, hingga beliau tinggalkan hubungan badan. Allahu alam.[lnilahcom]

Bagikan:

LAINNYA

Bertakwalah, Jangan Asal Sebar Berita Fitnah!
Senin, 19 Agt 2019 | 15:22 WIB
Bertakwalah, Jangan Asal Sebar Berita Fitnah!
Barang Siapa Berselawat Kepada Rasulullah Sekali..
Minggu, 18 Agt 2019 | 20:35 WIB
Barang Siapa Berselawat Kepada Rasulullah Sekali..
Enam Larangan Dalam Hubungan Suami-Istri
Minggu, 18 Agt 2019 | 20:24 WIB
Enam Larangan Dalam Hubungan Suami-Istri

KOMENTAR

10 Malam Terakhir Ramadan Dilarang Hubungan Intim?
katarBanten

PEMERINTAHAN

667 dibaca
TAPD Tak Boleh Pangkas Anggaran Tanpa Seizin KPU dan Bawaslu
204 dibaca
Tatu: Efisiensi Anggaran Dilakukan Sejak Menjabat Bupati Serang
katarBanten1

POLITIK

214 dibaca
Pilkades Serentak 2019 di Kabupaten Serang Digelar 3 November
218 dibaca
Pilkada Serang 2020, PKS Sebut Belum Ada Penantang Petahana

HUKUM & KRIMINAL

197 dibaca
Pelaku Curanmor di Kibin Tewas Setelah Dianiaya Warga

PERISTIWA

516 dibaca
Gunakan Water Canon Salurkan Bantuan Air Bersih di Pontang

EKONOMI & BISNIS

297 dibaca
Ini Dia Perlengkapan Perkayuan yang Wajib Dimiliki untuk Wood Working
Top