Sabtu, 25 Mei 2019

10 Malam Terakhir Ramadan Dilarang Hubungan Intim?

[foto ilustrasi]
Kamis, 16 Mei 2019 | 15:15 WIB - Mozaik Islami

BENARKAH selama 10 malam terakhir Ramadan umat Islam dilarang melakukan hubungan badan?

Tidak seperti itu. Allah telah menghalalkan bagi umat Islam untuk melakukan hubungan badan di malam Ramadan. Allah berfirman,

"Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka." (QS. al-Baqarah: 187).

Dalam ayat di atas, Allah halalkan hubungan badan pada lailatas shiyam []. Kata lailah adalah isim jenis yang menunjukkan makna seluruh malam. Sehingga ayat ini dalil boleh melakukan hubungan badan sepanjang malam puasa ramadan. Artinya, itu berlaku sampai akhir ramadan.

Kecuali bagi orang itikaf, mereka dilarang melakukan hubungan badan, karena bisa membatalkan itikafnya.

Allah berfirman,

"Janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beritikaf dalam mesjid." (QS. al-Baqarah: 187).

Nabi Shallallahu alaihi wa sallam Mengencangkan Ikat Pinggangnya?Menurut keterangan Aisyah Radhiyallahu anha, ketika masuk 10 terakhir ramadan, Nabi Shallallahu alaihi wa sallam lebih rajin lagi dalam beribadah. Aisyah mengatakan,

"Nabi Shallallahu alaihi wa sallam ketika masuk 10 terakhir ramadan, beliau mengencangkan sabuknya, menghabiskan malamnya dengan ibadah, dan membangunkan para istrinya (untuk ibadah). (HR. Bukhari 2024).

Ada beberapa keterangan ulama tentang makna keterangan Aisyah Radhiyallahu anha, "mengencangkan sabuknya",

- Dimaknai secara hakiki. Artinnya, beliau benar-benar mengencangkan sabuknya.

- Dipahami sebagai kalimat kiasan, untuk mengungkapkan dua hal,yakni -Menjauhi hubungan badan, dan atau menghabiskan waktu untuk fokus ibadah

Mengapa Nabi Shallallahu alaihi wa sallam menjauhi istrinya di 10 malam terakhir Ramadan? Ada yang mengatakan, karena beliau sedang itikaf. Ada juga yang mengatakan, itu terjadi di luar itikaf. Yang kedua ini merupakan pendapat al-Qurthubi. (Fathul Bari, 4/269)

Namun apapun itu, apa yang beliau lakukan bukan dalam rangka melarang umatnya untuk melakukan hubungan badan di 10 malam terakhir ramadan. Namun untuk karena kesungguhan beliau dalam beribadah ketika itu, hingga beliau tinggalkan hubungan badan. Allahu alam.[lnilahcom]

Bagikan:

LAINNYA

Dosa Suami yang Biarkan Anak Istri Bermaksiat
Jumat, 24 Mei 2019 | 22:46 WIB
Dosa Suami yang Biarkan Anak Istri Bermaksiat
Haruskah Memakai Pakaian Baru saat Hari Raya?
Jumat, 24 Mei 2019 | 22:43 WIB
Haruskah Memakai Pakaian Baru saat Hari Raya?
Pahala dan Keutamaan Salat Tahajud
Jumat, 24 Mei 2019 | 18:55 WIB
Pahala dan Keutamaan Salat Tahajud

KOMENTAR

10 Malam Terakhir Ramadan Dilarang Hubungan Intim?

PEMERINTAHAN

1329 dibaca
Inspektorat Data Ulang Fisik Randis di Distan Banten
420 dibaca
KASN Rekomendasi Sanksi 3 Pejabat Banten Dukung Calon DPD RI 
203 dibaca
Jamsosratu Dinilai Berhasil, Dinsos NTB Belajar ke Dinsos Banten

POLITIK

882 dibaca
Anak Gubernur Gagal ke Senayan, HMI Kawal Pelanggaran ASN Banten
3002 dibaca
Andiara Raih Suara Terbanyak Calon DPD Dapil Banten, Anak Gubernur Gagal
1549 dibaca
Tuding HMI Demo Gubernur Ditunggangi, Ketum KAHMI Banten Dinilai Fitnah

HUKUM & KRIMINAL

152 dibaca
Dua Spesialis Pencuri Rumsong Dibekuk Resmob
415 dibaca
Melawan, 2 Bandit Ganjal Kartu ATM Ditembak
1126 dibaca
Digerebeg, 4 Pengepul, Pengecer dan Pemasang Judi Togel Lebaran Dipenjara

PERISTIWA

655 dibaca
PGK dan GP2B Desak Pecat Kadindikbud Engkos dan Faturrahman
249 dibaca
Diduga Gelapkan Dana BAT, Puluhan Karyawan Demo Kantor Alfamart Serang
2991 dibaca
Demo di Rumdis Gubernur, HMI Ingatkan KAHMI Jangan Bungkam Kami

EKONOMI & BISNIS

208 dibaca
Ramadhan, Pemprov Banten Gelar Bazar Sembako Murah
1906 dibaca
Ini Dia Tips Memilih Baju Muslim Wanita Sesuai Syariat yang Harus Anda Ketahui
Top