Minggu, 17 Desember 2017

KPPD Banten Turun Gunung Beri Pendidikan Pemilu

Salah satu acara KPPD saat melakukan diskusi dengan pemuda ditingkat desa, Foto diambil saat diskusi dengan Karangtaruna Desa Campakawarna, Kecamatan Sindangresmi, Pandeglang.(Foto Istimewa)
Rabu, 11 Okt 2017 | 20:44 WIB - Pandeglang Politik

lBC, Pandeglang - Pendidikan pemilu sangat penting dilakukan sejak dini, terutama kepada masyarakat hingga tingkat desa. Pemuda diharapkan menjadi motor penggerak dalam penyelenggaraan edukasi demokrasi, seperti halnya sharing pengetahuan terkait pemilu. Pemuda dirasa potensial untuk mencerdaskan anak bangsa, dengan inovasinya yang menarik bisa melakukan pendidikan berupa diskusi dan dialog.

Hal itu yang diungkapkan Aktivis Komunitas Peduli Pemilu dan Demokrasi (KPPD) Provinsi Banten, Yogi Iskandar. Sebagai pegiat gerakan sadar pemilu, Dia menyatakan siap turun gunung hingga ke perkampungan yang ada di Banten. Salah satu kegiatannya terkait turun gunung yaitu saat diundang menjadi pembicara dalam acara diskusi bernama Ngampar Samak di Sindangresmi yang dilaksanakan oleh Karang Taruna Desa Campakawarna baru-baru ini.

“Kalau bukan kita, siapa lagi? Harus ada yang konsisten memberikan pendidikan secara sukarela kepada masyarakat. Hal ini penting, agar demokrasi kita hidup dan mengakar hingga akar rumput,” kata Yogi pada Rabu, 11 Oktober 2017.

Menurutnya, tidak akan ada generasi yang menjiwai demokrasi tanpa ada tindakan nyata dari relawan, maka hendaknya relawan demokrasi muncul dari tingkat desa hingga ke pusat kota. Dia juga mengatakan, pendidikan pemilu bukan hanya sebatas memberi tahu masyarakat tentang hari pencoblosan, namun esensi yang paling penting yaitu mengajak masyarakat mencintai negaranya melalui pemilu sebagai sarana demokrasi, untuk memilih dengan cerdas pemimpin masyarakat.

Disamping itu, masih kata Yogi, masyarakat sudah saatnya memahami fenomena yang terjadi sebagai bahan evaluasi. Misalnya kata Dia, menyikapi Money Politic yang sama sekali tidak bermanfaat untuk kehidupan orang banyak.

“Kita sudah banyak bereksperimen sebagai warga negara yang menjadi pemilih, kemudian kita tahu bahwa money politic memberikan dampak buruk terhadap keberlangsungan demokrasi. Menurut saya partisipasi menurun karena budaya money politic, sehingga masyarakat tidak dating ke TPS tanpa iming-iming dan uang,” ujar Yogi.

Disamping itu, Ketua Karang Taruna Desa Campakawarna, Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten, Dhani mengatakan, satu pemahaman dengan KPPD Provinsi Banten. Menurutnya, sengaja mengundang KPPD ke desa untuk sama-sama memperhatikan pendidikan demokrasi ditataran desa.

“Selain melaksanakan agenda kepemudaan seperti olah raga, menurut kami menarik jika Karang Taruna berkecipung dalam pendidikan demokrasi. Kami berharap komunitas seperti KPPD mengakar hingga lini terpencil di wilayah,” kata Dhani.

Reporter: Saepullah
Redaktur: Akew
Bagikan:

KOMENTAR

KPPD Banten Turun Gunung Beri Pendidikan Pemilu

POLITIK

241 dibaca
Panwas Lebak Minta KPU Lakukan Penghitungan Ulang
213 dibaca
Pilkada Kota Serang 2018, KPU Minta Ulama Berperan Aktif
260 dibaca
Kader Hanura Tangerang : Kami yang Mundur, atau Supajri yang Diberhentikan

HUKUM & KRIMINAL

134 dibaca
Polres Lebak Amankan Ratusan Botol Miras dan Dua Pasangan Non Muhrim
169 dibaca
Kejari Usut Dugaan Pungli Prona, Irna : Pelaku Harus Dipecat
375 dibaca
Cinta Ditolak, Warga Desa Sukamenak Tega Bunuh Gadis Idamannya

PENDIDIKAN

195 dibaca
Bentuk Karakter, Ratusan Siswa SMKN 2 Rangkasbitung Ikuti Jambore
177 dibaca
Sempat Tertunda, Pelajar NU Tuding Pelaksanan UAS SD Berbau KKN
238 dibaca
Tahun 2018 SMA/SMK Gratis, Pemprov Alokasikan Dana Rp400 M
Top