Rabu, 18 Oktober 2017

Didepan Direksi RS se-Banten, Gubernur: Akan Mati-matian Bela Warga Saya

Gubernur Banten Wahidin Halim saat mengumpulkan seluruh manajemen rumah sakit, baik pemerintah maupun swasta, di rumah sakit Siloam, Tangerang, Selasa 10 Oktober 2017. (Foto:SubagLiputan)
Selasa, 10 Okt 2017 | 20:13 WIB - Tangerang Kesehatan

lBC, Tangerang - Gubernur Banten Wahidin Halim mengumpulkan seluruh manajemen rumah sakit, baik pemerintah maupun swasta, di rumah sakit Siloam, Tangerang, Selasa 10 Oktober 2017. Pada kesempatan ini Gubernur Wahidin meminta komitmen manajemen rumah sakit dalam memberikan pelayanan dasar kesehatan bagi masyarakat banten yang masih dirasa kurang.

“Pemerintah merasa berkepentingan membangun kemitraan dengan rumah sakit untik memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi rakyat,” kata Gubernur.

Saat ini, kata Gubernur, berbagai kendala dalam proses simplikasi administrasi penerimaan pasien pengguna kartu sehat dan BPJS menjadi bahasan utama, serta masih adanya rumah sakit yang menolak pasien tidak mampu dengan berbagai alasan. Maka itu, Gubernur mengajak seluruh komponen rumah sakit bersama-sama mencari jalan keluar dari permasalahan tersebut.

“Kedepan kita harus mulai berbagi tugas, masyarakat yang tercover oleh BPJS harus dilayani dengan baik. Tetapi masih ada rakyat yang dipinggiran daerah, bahkan dikota msih ada yang belum terlayani dan belum mampu ikut BPJS, itu akan kita bantu,” ucapnya.

Lebih lanjut Gubernur mengatakan bahwa pelayanan kesehatan masyarakat menjadi hal yang mutlak harus diberikan. Dirinya mengharapkan tidak ada lagi rumah sakit swasta maupun pemerintah menolak warganya. “Kalau ada orang Banten sakit segera fasilitasi, jangan ditolak. Saya akan mati-matian bela warga saya,” tegasnya.

“Saya merasa senang bisa bertemu dengan bapak dan ibu, saya berharap para pelaku kesehatan ini memberikan kritik, saran dan masukan bagi pemerintah dalam menangani persoalan kesehatan,” jelasnya.

Gubernur juga mengakui, saat ini di Provinsi Banten masih kekurangan tenaga medis terutama untuk ditugaskan di wilayah selatan banten. Pemprov Banten, kata Gubernur, pada tahun 2018 akan membangun rumah sakit jiwa dan tempat rehabilitasi narkoba di Kabupaten Serang.

“Problemnya sekarang kita kekurangan tenaga dokter, apalagi dokter spesialis.  Kita sudah merintis Prodi Fakultas Kedokteran di Untirta, namun kita tinggal kekurangan tenaga pengajar. Tahun 2018 nanti kita bantu anggaranya, ini salah satu cara kita menangani persoalan kesehatan,” sambungnya.

Pada kesempatan ini juga hadir jajaran pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Banten, Badan Pengawas Rumah Sakit (BPRS), Persatuan Rumah Sakit Swasta, serta pengelola klinik.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Sigit Wardjoyo mengatakan silaturhami jajaran manajemen rumah sakit bersama Gubernur dalam rangka meningkatkan komunikasi dan koordinasi dalam memperbaiki pelayanan kesehatan dibanten.

“Forum ini digagas oleh Pak Gubernur, beliau ingin tau ganjalan atau masalah yang dihadapi dan dicarikan solusi yang terbaik. Ini kesempatan kita untuk berdialog,” kata Sigit.[SubagLiputan]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Didepan Direksi RS se-Banten, Gubernur: Akan Mati-matian Bela Warga Saya

POLITIK

Rabu, 18 Okt 2017 | 19:08 WIB
Bacalon Kades Nanggung di Kumpulkan, Panitia Sosialisasikan Tahapan
Rabu, 18 Okt 2017 | 13:50 WIB
Pilih Agenda Partai, Puluhan Anggota DPRD Pandeglang Mangkir Dirapat Paripurna
Selasa, 17 Okt 2017 | 21:17 WIB
KPU Segera Umumkan Sipol ke Publik

HUKUM & KRIMINAL

Rabu, 18 Okt 2017 | 22:25 WIB
Bupati Serang Terus Dukung Renaksi KPK
Rabu, 18 Okt 2017 | 12:54 WIB
Palsukan SIM, Dua Warga Lebak di Tangkap Polisi
Selasa, 17 Okt 2017 | 19:59 WIB
Kapolres Serang Minta Anggota Hati-hati Gunakan Senpi

PENDIDIKAN

Rabu, 18 Okt 2017 | 19:30 WIB
Lelang Jabatan Kepsek SD dan SMP di Pandeglang Disoal
Rabu, 18 Okt 2017 | 18:00 WIB
Andika Ingin SMK Membaca Peluang Bisnis e-Commerce
Selasa, 17 Okt 2017 | 10:36 WIB
Pemuda Pulosari Jadikan Pos Ronda untuk TBM Saung Cerdas
Top